Terjadi Lagi, Viral Pemudik Ini Dijebak Rumah Makan Padang Pinggir Jalan Dengan Harga Selangit: Dianter Kertas Tulisan 250, Kirain Nomer Meja

Diposting pada

Media sosial diramaikan sebuah video yang menampilkan cerita rombongan pemudik yang harus membayar mahal saat makan di pinggir jalan.

Video tersebut menjadi viral setelah diunggah dalam akun TikTok @reyjit pada Senin (3/5/2021) lalu.

Dalam video tersebut, pengunggah bersama rombongannya terlihat sedang menyantap makanan di sebuah rumah makan Padang.

Tak berbeda dari warung makan biasanya, pengunggah pun menyantap satu porsi makanan yang dia anggap seperti makanan di kantin sekolah.

“Lagi mudik. Break bus di RM Padang. Makanan kaya seporsi di kantin sekolahan,” ujar akun @reyjit dalam videonya.

Setelah selesai makan, pengunggah dan rombongannya diberi potongan kertas kecil oleh pemilik warung untuk dibayarkan kepada kasir.

Lantaran hanya tertulis angka 250, pengunggah pun sempat mengira itu adalah nomor mejanya.

Rupanya, setelah berada di kasir, pengunggah baru menyadari potongan kertas kecil itu adalah sebuah struk.

Sementara, total harga yang harus mereka bayarkan adalah Rp 250 ribu.

“Tiba-tiba dianterin kertas ini buat dibayar ke kasir. Kirain nomor mejanya. Ternyata totalnya Rp 250 ribu untuk 5 porsi,” tambahnya.

Alhasil, pengunggah dan rombongannya pun merasa kaget dan tak menyangka dengan total harga yang harus dibayarkan.

Terlebih, warung makan tersebut tergolong warung makan biasa yang berada di pinggir jalan.

“Kaget sih kayak gak worth it aja,” ungkapnya dalam keterangan di video.

Sontak, video ungkapan kekecewaan pengunggah dengan mahalnya harga makanan di warung ini pun viral di media sosial.

Hingga Kamis (6/5/2021), video tersebut telah ditonton sebanyak 86 ribu kali.

Pemudik dipatok harga mahal di rumah makan
Pemudik dipatok harga mahal di rumah makan

Video tersebut juga disukai ribuan kali dan dikomentari lebih dari lima ratusan warganet.

Banyak dari warganet yang menyayangkan kejadian ini, ada pula dari mereka yang bercerita mengalami pengalaman serupa.

Saat dikonfirmasi Tribunnews.com, pengunggah bernama Ragid Pramudia ini membenarkan ceritanya.

Ragid menuturkan, kejadian itu terjadi pada Jumat (30/4/2021) lalu di sekitar kawasan Kalianda, Lampung Selatan, Lampung.

Kala itu Ragid tidak begitu jelas melihat nama rumah makannya, karena ia makan di tempat yang menjadi lokasi pemberhentian bus.

Ragid yang tengah mudik dari Kampung Rambutan, Jakarta menuju Muara Enim, Sumatera Selatan pun tidak mempunyai pilihan untuk makan di tempat lain.

“Jadi itu pemberhentian pertama di tempat makan setelah bus yang kami naiki di Kampung Rambutan. Selama kami mudik itu nggak pernah bawa nasi karna sudah biasa untuk makan di tempat makan pemberhentian.”

“Tapi ini pertama kali juga naik PO busnya, jadi beda aturan, waktu makannya juga terbatas sekitar 15 menit istirahat. Dan sekitar sana pun tidak ada tempat makan,” kata pemuda 22 tahun ini kepada Tribunnews.com, Kamis (6/3/2021).

Ragid yang mudik bersama lima orang saudara sepupunya ini sudah sangat lapar setelah seharian berpuasa.

Terlebih saat berbuka, Ragid mengaku hanya memakan snack ringan yang sudah habis dalam sekejap.

Untuk itu, saat berada di rumah makan, ia tak ragu lagi untuk langsung memesan makanan.

“Karena kami sudah laper banget setelah puasa dan kami berbuka di dalam kapal hanya makan bekal snack ringan saja,” ungkapnya.

Tak mencurigai apapun, Ragid dan kelima saudaranya pun langsung memesan nasi dengan lauk ayam goreng beserta teh tawar.

Setelah selesai makan dan hendak membayar, Ragid pun sangat terkejut saat mengetahui harga yang dipatok rumah makan tersebut.

Pemudik dipatok harga mahal di rumah makan
Pemudik dipatok harga mahal di rumah makan

Yakni senilai Rp 250 ribu untuk lima porsi makanan dengan lauk ayam goreng saja.

“Kita disana ngga dikasih struk sama sekali, cuma dikasih kertas tulisan Rp250 yang ada di video aja.”

“(Padahal) Saya cuma ambil nasi sama ayam goreng dan teh tawar, tapi harga Rp250 ribu untuk berlima,” ungkap Ragid.

Ragid pun tak menyangka mendapat pengalaman untuk membayar tagihan makanan dengan harga ‘selangit’.

Sebab, selama ini Ragid merogoh kocek paling mahal untuk sekali makan di tempat serupa hanya sekitar Rp35 ribu.

“Tidak sangka untuk pasang harga seperti itu karna biasanya paling mahal hanya sekitar Rp35 ribu seporsinya.”

“Kita juga tidak tanya harga karena kami rasa tidak jauh beda dari biasanya jika dilihat dari makanan yang disediakan dan tempatnya,” ujar Ragid.

Sumber : fame.grid.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *