Heboh! Tamu Hotel Bobobox Minta Pengintip Mandi Dipidanakan

Diposting pada

Jagat media sosial sempat heboh dengan kejadian perekaman diam-diam tamu hotel kapsul Bobobox saat sedang mandi. Kejadian ini sempat menjadi perbincangan hangat di twitter.

Seperti dilansir dari CNN Indonesia, DE, seorang tamu pria Hotel Bobobox yang diduga menjadi korban pelecehan karena direkam saat mandi. DE menuntut agar pelaku dijerat pidana.

DE menilai pelaku yang diketahui merupakan sesama tamu hotel kapsul itu telah melalukan tindak pidana dengan merekam dirinya tanpa izin saat mandi. Ia juga meminta agar pelaku dijerat pidana karena telah merugikan entitas badan usaha.

“Tuntutan gue di kasus ini adalah, adili pelaku dengan jerat pidana perekaman tanpa izin serta pelecehan. Adili pelaku dengan pasal perilaku kriminal yang merugikan entitas badan usaha,” kata DE lewat Twitter pribadinya, Kamis (14/5).

Meski demikian, DE masih belum dapat memastikan kapan laporan akan dilayangkan. Ia mengaku masih menunggu kesepakatan usai pertemuan dengan manajemen Bobobox yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Saya pribadi akan mengikuti alur yang disepakati dengan CEO Bobobox, Pak Indra Gunawan. Rencananya, dalam waktu dekat akan mengadakan pertemuan,” kata dia.

Lokasi pelecehan ini sendiri terjadi di hotel kapsul Bobobox Pods di Jakarta Pusat. Pada 12 Mei 2021, korban mandi di kamar mandi pria lantai 5 blok E, tepatnya di bilik kedua atau tengah. Kamar mandi di sini bertipe shared bathroom alias kamar mandi dalam satu ruangan namun dengan banyak bilik.

Ternyata ada tangan berponsel pintar yang terlihat keluar dari lubang sudut tembok kamar mandi.

Aksi ini sudah diketahui manajemen Bobobox. Dalam postingan Instagram resmi @bobobox_id pihak manajemen kaget mendengar kabar ini. Dijelaskan kalau ada oknum yang dengan sengaja merekam video itu.

“Saya terhenyak dan geram ketika mendengar kabar di tengah momen seperti ini, salah satu sahabat Bob (sebutan tamu Bobobox) harus mengalami kejadian yang sangat tidak manusiawi disalah satu cabang Bobobox. Sebagai manusia biasa, saya tidak habis pikir ada oknum yang bergitu tidak bertanggung jawab dan dengan sadar menggangu ranah privat orang lain,” jelas CEO Indra Gunawan dalam statement itu, Kamis (13/5/2021).

Dia berterima kasih kepada orang yang berani melaporkan kejadian itu, dan akan melakukan tindakan atas kejahatan ranah privat ini ke pihak yang berwajib.

“Saya berterima kasih kepada Sahabat Bob yang berani untuk speak-up dan melaporkan kejadian yang dialami beliau, sehingga kami dapat mengambil tindakan yang tepat dan efektif. Dengan bantuan seluruh sumber daya yang ada, kami melakukan investigasi internal dan berhasil mengidentifikasi terduga pelaku. Bersama dengan korban, kami siap maju bersama untuk menindaklanjuti hal ini,” kata Indra.

Dalam surat itu Indra mengatakan Bobobox akan terus berkomitmen menyediakan kenyamanan dan keamanan bagi tamunya. Dari kejadian ini pihaknya akan terus berupaya meningkatkan sistem keamanan dimulai dari pembaruan sarana fisik yang ada di seluruh cabang Bobobox.

“Kami tidak ingin hal yang sama menimpa Sahabat Bob yang lain, everyone deserves their privacy, and all of our customer deserves our protection,” jelasnya.

Melansir detikcom, Hotel Bobobox berjanji akan membantu korban memidanakan pelaku lewat jalur hukum atas dasar kasus perekaman tanpa izin dan pelecehan serta merusak citra nama baik perusahaan Bobobox.

CEO Bobobox Indra Gunawan mengatakan pihaknya sudah mengantongi identitas terduga pelaku. Ini didapat dari hasil investigasi internal.

“Untuk saat ini, kami bukan berada pada posisi untuk disclose terduga pelaku walaupun kita punya bukti. Investigasi internal yang kami lakukan adalah melalui CCTV yang terpasang di area TKP, yang selalu operational di seluruh cabang untuk memonitor keamanan customer,” kata Indra Gunawan saat dihubungi.

Indra mengatakan, sebagai tindak lanjut ke depan, pihaknya saat ini masih berkonsolidasi bersama korban untuk melakukan pelaporan ke pihak berwajib. Pihaknya nantinya siap mendampingi korban jika membawa kasus ini ke ranah hukum.

Sumber : www.cnbcindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *