Atalarik Syach Tegas Tolak Eksekusi Hak Asuh Anak, Tsania Marwa Tak Gentar Usai Dapat Dukungan KPAI: ‘Saya Harap Segera Dijalankan!’

Diposting pada

Tsania Marwa harus menghadapi permasalahan saat akan menjemput buah hatinya.

Padahal Tsania Marwa sudah mendapatkan hak asuh anak dari perceraiannya dengan Atalarik Syach beberapa waktu lalu.

Kini Tsania Marwa tidak bisa bertemu dengan buah hatinya hingga dirinya merasa kecewa dengan perlakuan Atalarik Syach.

Atalarik Syach merasa dirinya seolah tidak ingin melepaskan buah hatinya begitu saja dan akan tinggal besama Tsania Marwa.

Kini Tsania Marwa malah mendapat rekomendasi dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) soal hak asuh anak.

Bahkan Tsania Marwa merasa dengan dukungan KPAI ini, dirinya bisa bernapas lega dan bisa bertemu dengan buah hatinya.

Hal ini diungkapkan oleh Tsania Marwa melalui YouTube beepdo yang tayang pada Jumat, (30/4/2021).

Dalam video tersebut, Tsania Marwa mendapatkan surat dari KPAI yang memberikan rekomendasi soal hak asuh anak.

Tsania Marwa juga membacakan isi surat dari KPAI tersebut dan menunjukkan kepada media.

“Iya jadi ini ada surat dari KPAI ya, ini adalah surat pernyataan tindak lanjut penanganan, pengaduan dan penutupan kasus,” ucap Tsania Marwa.

Bahkan Tsania Marwa menyebut surat itu jelas karena berisi runtutan kejadian sejak awal kasus ini muncul hingga dirinya dipanggil KPAI.

“Ini jelas di sini, karena ini adalah detail ya dari bapaknya (Atalarik Syach) melakukan pengaduan, sampai saya dipanggil, sampai saya datang,” ujar Tsania Marwa.

Tsania Marwa mengatakan Atalarik Syach sempat menolak untuk eksekusi anak setelah konsultasi dengan kuasa hukum

“Terus terakhirnya itu, nomor tujuh nih bahwa setelah mendengar informasi dari KPAI, Bapak Atalarik Syach menyatakan menolak untuk kunjungan tersebut karena tidak setuju dengan eksekusi anak setelah berkonsultasi dengan kuasa hukum,” ungkap Tsania Marwa.

Kemudian Tsania Marwa mengatakan ada beberapa poin yang disampaikan oleh KPAI untuk menangani kasus ini.

“Nah ini juga akhirnya ada tiga poin ya yang disampaikan oleh KPAI, yang pasti mencari alternatif lain, yang kedua para pihak agar menghormati dan mentaati putusan Mahkamah Agung yang sudah diinkrah (kekuatan hukum tetap),” tutur Tsania Marwa.

Dirinya menyebutkan KPAI sudah benar dalam memberikan saran untuk mengikuti putusan hukum.

“Nah kan di sini aja KPAI sebagai Komisi Perlindungan Anak Indonesia sudah menyarankan untuk mengikuti putusan hukum yang sudah ada dan saya di sini nggak lebih hanya seorang warga negara Indonesia yang meminta haknya sebagai warga negara terutama mengenai putusan Mahkamah Agung ini yang sudah diinkrah dan saya harap segera dijalankan,” sambung Tsania Marwa.

Sebelumnya, Atalarik Syach pernah menawarkan supaya upaya eksekusi hak asuh anak-anaknya dilakukan setelah Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

“Saya nggak ikhlas banget ini terjadi,” kata Atalarik Syach.

Atalarik Syach menyayangkan saat upaya eksekusi hak asuh anaknya dilakukan beramai-ramai.

Pengadilan bahkan membawa petugas kepolisian hingga Tsania Marwa ikut-serta datang ke rumahnya saat eksekusi dilakukan, Kamis (29/4/2021).

“Kenapa kejadiannya sampai ramai-ramai kayak begini,” ujar Atalarik Syach.

Menurut Atalarik Syach, anak-anaknya sampai stres ketika melihat banyak orang mendatangi rumahnya.

“Anak saya stres. Katanya untuk kepentingan anak. Tapi kedatangan bapak-bapak atau siapapun yang hadir bikin anak saya stres,” kata Atalarik Syach.

Sumber : fame.grid.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *