Wanita dilecehkan saat Salat,langsung di kecam MUI

Diposting pada

Beredar video viral seorang wanita mendapat pelecehan seksual saat sedang salat berjemaah oleh seorang pria tua. MUI mengecam tindakan pelecehan tersebut dan meminta polisi memburu pelaku.

“Yang terlihat di video itu adalah seorang kakek yang kemudian melakukan pelecehan terhadap seorang jemaah wanita ketika salat posisinya, maka dalam kaitan ini saya kira perlu juga ini pihak keamanan atau aparat bisa melakukan penelitian dimana tempatnya untuk ditemukan kasus semacam ini agar menjadi pelajaran bahwa ini tidak boleh terulang kembali,” kata Wakil Sekretaris Jenderal MUI Muhammad Ziyad saat dihubungi, Kamis (22/4/2021).

Ziyad mengatakan saat ini belum diketahui lokasi kejadian yang diduga menjadi tempat pelecehan seksual itu. Menurutnya, di mana pun lokasinya tindakan pelecehan tidak bisa ditoleransi karena bertentangan dengan ajaran Islam.

“Tidak boleh dilakukan oleh siapa pun, oleh agama mana pun, oleh kelompok mana pun terhadap agama apa pun, pelecehan itu adalah sesuatu tindakan yang tidak beradab dan melanggar agama khususnya dalam kaitan ini agama Islam sangat mencela sekali,” ungkapnya.

MUI mendukung kepolisian mencari tahu lokasi tempat diduga terjadinya dugaan pelecehan seksual itu, MUI berharap agar pelaku mendapatkan ganjaran. MUI berharap pelaku mendapatkan hukuman tegas untuk mencegah kejadian tersebut terulang.

“Jadi dalam kaitan ini MUI, saya secara pribadi Wakil Sekjen MUI mendukung ini misalkan ditelisik, ditangani oleh polisi, supaya ini orang yang bersangkutan minimal mendapatkan pelajaran lah,” ujarnya.

Ziyad mengatakan pelecehan seksual telah diatur undang-undang, MUI berharap pelaku mendapatkan hukuman yang membuat efek jera dan tindakan berulang. Sebab perbuatan Pelecehan seksual ini dapat berdampak terhadap psikologis jemaah wanita yang akan beribadah ke masjid.

“Yang pertama adalah aspek hukuman yang bersifat edukatif kepada masyarakat supaya ini tidak terulang. Yang kedua tindakan semacam ini dilakukan agar membuat efek jera supaya tidak ada yang menirunya karena dampaknya adalah ini akan berpengaruh terhadap jemaah ibu-ibu, kaum wanita yang salat ke masjid, maka kemudian enggan dan kemudian menjadi risau, cemas, jangan-jangan ada orang yang usil atau orang yang melakukan semacam itu dan itu tentu tindakan yang tidak dapat dibenarkan,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *