Young Lex Plagiat? Produser Minta Maaf dan Menghapus MV dari YouTube

Diposting pada

 

Kisruh antara kemiripan video musik Raja Terakhir dari Young Lex dengan kepunyaan Lay EXO yang bertajuk Lit berjalan sangat panas.

Perihal itu diperkeruh dengan asumsi santai Young Lex yang seakan tidak memusingkan masalah panas soal tudingan plagiat tersebut.

Terbaru, perwakilan pihak video musik Raja Terakhir, Raka Aditya Nugraha sebagai Eksekutif Produser, secara terbuka memohon maaf ke publik melalui akun Instagram.

” Aku ucapkan terima kasih buat Sahabat seluruh yang sudah bekerjasama bersama buat membagikan kritik serta anjuran atas Video Musik Young Lex yang Bertajuk Raja Terakhir,” tulisnya.

” Berkaitan dengan terdapatnya tuduhan plagiat atas konten dari Video tersebut aku atas nama segala Regu Produksi meminta maaf kepada segala pihak yang merasa tersinggung terhadap isi dari Video Musik tersebut serta Young Lex selaku pembuat musik tersebut,” sambungnya.

Lebih lanjut, Raka Aditya pula berkata kalau video musik kepunyaan Lay EXO jadi salah satu sumber inspirasi dalam proses pembuatan video musik Young Lex terkini.

” Tidak sempat terdapat niatan kami buat melaksanakan Plagiarisme, tetapi aku pula tidak menafikan kalau memanglah karya Lay merupakan salah satu sumber inspirasi dalam proses pembuatan Video Musik Young Lex yang bertajuk Raja Terakhir,” paparnya menarangkan.

” Dengan demikian, secara individu aku menunjang keputusan Owner Aplikasi Three Kingdoms: Hero Legendaris, atas perhatiannya aku ucapkan Terimakasih,” ucapnya.

Perihal ini menyusul permintaan maaf pihak Three Kingdoms yang sudah membagikan pernyataannya pada Selasa( 9/ 3) kemarin.

Dalam statment tersebut, pihak Three Kingdoms pula memecat regu penciptaan yang bekerja membuat video musik Young Lex.

” Disini tentang lagu MV dari Young Lex- Raja Terakhir yang membuat kehebohan dikala ini. Industri kami selaku pengguna lagu ini tidak bisa melindungi dasar yang wajib dilindungi ialah proteksi terhadap bahan iklan ini serta kami melaporkan bersalah. Kami hendak mengecek ulang serta memecat pekerja dari agensi yang bersangkutan,” tulis pihak Three Kingdoms. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *